Senin, April 09, 2012

Membuat Obat Kumur Pengusir Bau Mulut

Pernah merasakan bau mulut yang tidak sedap? Kalau belum maka mulailah koreksi diri anda saat ini juga. Cek apakah anda mempunyai bau mulut? Ya, memang melakukan perawatan kesehatan mulut tidaklah mudah, tapi tidak juga sulit untuk dilakukan.

Baca Lebih Lanjut Mengenai Artikel  Membuat Obat Kumur Pengusir Bau Mulut di Blog Kami Yang Baru Gusi Merah

Rabu, Maret 28, 2012

Tips Cara Menghilangkan/Membersihkan Karang Gigi/Kalkukus Di Dalam Mulut

karang-gigiKarang Gigi yang nama lainnya adalah kalkulus merupakan kotoran dalam mulut yang menempel di gigi dalam jangka waktu lama sehingga lama kelamaan akan mengeras dan membatu sehingga sulit untuk dibersihkan dengan gosok gigi. Dari segi penampilan karang gigi memang kurang sedap dipandang mata sehingga bagi yang memperhatikan penampilan sebaiknya membersihkannya dengan cara yang baik dan benar.

Setiap orang beda-beda dalam menghasilang karang gigi di dalam mulutnya. Ada yang mudah terbentuk dan ada pula yang lama terbentuknya tergantung kondisi lingkungan dalam mulut, kandungan dalam air liur (ludah), makanan yang kita makan, kondisi gigi geligi, jenis kuman yang ada di mulut kita, dan lain-lain.

Untuk menghilangkan kalkulus atau karang gigi sebaiknya tidak dilakukan sendiri atau menggunakan suatu benda atau obat kimia yang tidak jelas. Untuk membersihkan karang gigi sebaiknya datang ke dokter gigi baik yang praktek di rumah, rumah sakit, klinik, puskesmas, dan lain sebagainya. Jika anda tidak punya banyak uang sebaiknya datang ke puskesmas atau pusat kesehatan lain yang bisa terjangkau. Mintalah dokter gigi untuk membersihkan karang gigi anda dengan teknik scaling maupun cara lainnya.

Menggunakan cara yang salah justru hanya akan memperparah keadaan yang tadinya baik-baik saja. Jika anda nekat membersihkan dengan batu, pisau, logam, benda tajam, dan lain-lain maka bisa jadi yang dikikis justru lapisan email gigi kita yang sangat penting atau bahkan bisa menyebabkan infeksi dan kantung kuman dalam gigi dan gusi. Agar lebih aman sebaiknya datang ke dokter gigi saja (bukan ahli gigi) agar gigi anda bisa kembali ke sedia kala serta tetap sehat dan kuat.

Agar kalkulus tidak kembali lagi ke gigi kita, kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan karang gigi sebagai berikut di bawah ini :
1. Rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan pasti gigi / odol yang mencegah plak.
2. Rajin minum air putih yang bersih sambil kumur-kumur.
3. Rajin membersihkan bekas sisa makanan / jigong yang ada di pojok dan sela-sela gigi dengan benang gigi.
4. Rajin kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut / dental floss yang bisa mencegah plak karang gigi.
5. Rajin makan buah dan atau sayur karena seratnya dapat membantu menghilangkan sisa makanan di gigi dan gusi kita.

Sekian terima kasih semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber

Minggu, Maret 25, 2012

Tips Untuk Merawat Kesehatan Gigi-Mulut Anda

tips-menjaga-kesehatan-mulutMenjaga kesehatan mulut anda dan pergi ke dokter gigi harus sama pentingnya ketika anda pergi ke salon, pusat kebugaran, ataupun ke ahli gizi atau dokter yang merawat Anda.

Untuk memulai perhatian besar mulut anda, dokter gigi memberikan beberapa tips untuk tetap sehat dan menjaga kesehatan mulut anda;

  • Sebaiknya menyikat gigi (setiap delapan jam) karena plak, setelah beberapa saat akan menjadi agresif dalam gigi kita dan ini yang harus Anda cegah.
  • Sebaiknya melakukan flossing sekali dalam sehari untuk membersihkan bagian sela gigi yang tidak bisa terjangkau oleh sikat gigi.
  • Berkunjunglah ke dokter gigi setiap enam bulan, untuk mengontrol masalah-masalah kesehatan gigi mulut yang mungkin saja terjadi misalnya jika terdapat lubang gigi atau karies
  • Bersihkan karang gigi anda setiap enam bulan, jika ada sisa makanan berupa plak yang berubah menjadi karang gigi.
  • Hindarilah stres untuk menjaga kesehatan tubuh anda secara umum yang secara tidak langsung  akan berefek pada kesehatan gigi secara khusus.

Berkunjung ke dokter gigi semenjak kecil untuk meningkatkan budaya pencegahan atau kedokteran gigi pencegahan. Hal ini dapat membuat langkah pencegahan menjadi semakin efektif.

Masyarakat pada umumnya, harus menghadapi rasa takut mereka untuk datang ke dokter gigi, pergi secara teratur memungkinkan orang untuk menghindari masalah gigi di kemudian hari.

Tips Untuk Mencegah Bau Mulut (Halitosis)

tips-halitosisBau mulut atau halitosis ditandai dengan bau di mulut, dalam kondisi kronis hal ini disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi 25% dari populasi.

Bau mulut memiliki prevalensi tinggi pada populasi umum, karena diperkirakan bahwa lebih dari 50% orang menderita bau mulut (tidak kronis). Hampir setiap orang memiliki bau mulut saat bangun di pagi hari, setelah beberapa jam tidur malam, ketika struktur mulut telah beristirahat produksi air liur sudah sangat terbatas.

Penyebab halitosis mungkin ditemui, misalnya dari kebersihan mulut yang buruk, penyakit serius seperti kanker paru-paru, untuk gastritis kronis, meskipun sebagian besar berasal dari mulut

Perawatan halitosis
Dalam kondisi klinis sering diamati bahwa salah satu penyebab paling umum dari halitosis adalah gastritis kronis.

Perawatan halitosis akibat penyakit lain tidak disebutkan di atas dan memiliki fase atau tahap yang berbeda-beda:

Pergilah ke dokter gigi untuk memeriksa rongga mulut anda, semua gigi dan gusi. Anda mungkin menyarankan sebuah skala rutin untuk menghilangkan karang gigi dan plak dan mengobati kerusakan gigi.

  • Gunakan benang gigi: untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang terselip di antara gigi. Sebaiknya lakukan setelah makan dan sebelum menyikat gigi.
  • Menyikat gigi setidaknya tiga kali sehari atau setelah setiap makan dan di jangan pernah lupa sebelum anda tidur di malam hari. Penyikatan harus dilakukan pada semua sisi dan juga harus mencakup bagian belakang lidah. Direkomendasikan sikat gigi lembut jika gusi berdarah dan pasta gigi yang memiliki kadar fluor tinggi.
  • Obat kumur (terutama yang mengandung zat antiseptik) setelah menyikat gigi.
  • Permen karet tanpa gula : merupakan obat untuk halitosis antara waktu makan atau antara menyikat gigi, karena ia meningkatkan produksi air liur. Juga harus mengganti sikat gigi.Permen karet Xylitol di samping itu, memiliki efek bakteriostatik karena netralisasi asam dan mencegah pembentukan plak gigi.
  • Minum banyak air: dianjurkan untuk minum antara satu dan dua liter air sehari untuk mendorong produksi air liur.
  • Hindari tembakau, alkohol, kopi dan makanan dengan rasa yang intens dan bau seperti bawang putih, yang meningkatkan halitosis.
  • Jika semua langkah sebelumnya tidak mampu untuk mengatasi bau mulut maka akan dibutuhkan perawatan khusus.

Saat ini, bau mulut mungkin karena berbagai penyebab :

  • Kesehatan gigi yang buruk menyebabkan kerusakan gigi, gingivitis dan penyakit periodontal.
  • Bakteri yang bersarang pada papila ditemukan di bagian belakang lidah, yang bersama dengan substrat lendir menyebabkan bau mulut.

Sabtu, Maret 24, 2012

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Ibu Hamil

tips-gigi-mulut-ibu-hamilBagi Anda calon ibu, ataupun calon bapak, alangkah pentingya menjaga kesehatan selama proses kehamilan, termasuk juga kesehatan gigi dan mulut. Karena setiap aspek yang menyangkut kesehatan ibu hamil, pasti berdampak pada kandungan di rahim ibu.
    Sudah diketahui bahwa pada ibu hamil terjadi perubahan hormon progesteron dan estrogen, yang berpengaruh pada banyaknya air liur, dan pembengkakan gusi (Gingivitis Gravidarum). untuk itu ibu hamil biasanya sering mengalami morning sick atau kebiasaan muntah-muntah di pagi hari karena mual (berhubungan dengan banyaknyauptake air liur),morning sick bisa menyebabkan erosi email karena sifat air liur yang lebih asam, sehingga resiko terjadinya gigi berlubang (caries) meningkat. Yang kedua adalah radang gusi / gusi bengkak (Gingivitis Gravidarum), penelitian bahwa penyakit gusi ataupun gigi pada ibu hamil, dapat merangsang hormon prostaglandin yang berpengaruh terhadap kinerja otot rahim. dengan adanya hormon prostaglandin yang berlebih memacu kerja dari otot rahim untuk berkontraksi sehingga menyebabkan resiko lahir premateur pada trimester 1 atau ke-2 (usia janin di bawah 28 minggu).

             Selain itu Menurut hasil penelitian dari Journal Of Obstetrics Gynecology, Yiping Han peneliti dari Case Western Reserve University tahun 2010, melaporkan ibu yang gusinya terinfeksi dapat menularkan infeksi pada janin melalui peredaran darah plasenta. Pada kasus yang diteliti ini terbukti kuman Fusobacterium nucleatum yang menginfeksi gusi ibu ditemukan dalam tubuh janin dan mengakibatkan keguguran. Sementara itu North Carolina menemukan fakta bahwa Bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab gigi berlubang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dan selanjutnya dapat mencapai jantung dan menyebabkan gangguan pada jantung ibu hamil. ( kutipan, Intisari 2010 )

           Adapun Tips untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil adalah sebagai berikut :

  1. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai.
  2. Pada waktu ibu hamil muntah  atau sering mengeluarkan air liur jangan lupa untuk  berkumur, bisa dengan air hangat yang dibubuhi garam. Kumur dengan air hangat juga bermanfaat  untuk membersihkan sisa lemak - lemak pada rongga mulut dan sela gigi
  3. Bila perlu pilih pasta gigi  yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitif,  dan yang terpenting juga adalah memilih pasta gigi yang akan membuat kondisi mulut menjadi lebih segar sehingga tidak mudah mual (biasanya selama hamil ibu hamil mudah sekali merasa mual dan muntah).
  4. Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati hati di sela – sela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah dan sebaliknya arah bawah ke atas. minimal menggosok gigi 2 kali sehari (sebelum dan setelah tidur, lebih baik jika setiap setelah makan).
  5. Bila ada gangguan  kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur , sebaikny.a memperhatikan  label pada kemasan  tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil . Penggunaan obat kumur terutama untuk mengatasi bakteri penyebab bau mulut  maupun membersihkan keasaman pada rongga mulut bagi ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter gigi.
  6. Bila mempunyai gigi palsu lakukan perawatan gigi palsu secara  teratur
  7. Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung Vitamin C dan Vitamin B12 karena baik untuk gusi.
  8. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan, terutama dari sumber zat makanan alami, karena kalsium yang dikonsumsi oleh ibu hamil juga diserap oleh calon calon bayi.
  9. Kurangi konsumsi makanan yang manis dan asam karena jenis makanan seperti itu cenderung bisa menimbulkan masalah kerusakan pada gigi
  10. Apabila sudah terlanjur mengalami masalah gigi selama kehamilan, maka dokter perlu mengambil tindakan untuk menangani masalah ini. Namun, segala tindakan seperti obat pemutih gigi, dan obat-obatan lainnya, penggunaan X ray selama pemeriksaan gigi, sebaiknya dilakukan setelah bayi Anda lahir. Meskipun X ray gigi menggunakan radiasi yang cukup kecil, namun tentunya harus dihindari untuk lebih meminimalisir efek negative yang mungkin timbul pada bayi...

Sumber